5 Jebakan Dalam Membuka Toko Online di Marketplace

Posted on

Melihat tren belanja konsumen di marketplace sering membuat pebisnis tergoda untuk mencoba peruntungan di platform. Namun sayangnya ada hal-hal yang masih dipahami oleh para pebisnis itu bagaimana konsep penjualan di marketplace. Karena jika pebisnis ingin terlebih dahulu mengeksplorasi konsep penjualan di marketplace, maka sebenarnya Anda yang ingin mengembangkan bisnis Anda lebih profesional, akan ada banyak kekurangan dari penjualan di marketplace. Ini karena ketika Anda berjualan di marketplace, ada beberapa pengetahuan Batman yang benar-benar akan mengganggu kinerja bisnis. Berikut adalah beberapa jebakan batman yang jarang disadari oleh para pebisnis ketika akan membuka toko online di marketplace.

Persaingan dan Perang Harga

Jebakan Batman atau perangkap pertama yang jarang disadari oleh bisnis saat berjualan di marketplace adalah persaingan dan perang harga. Ketika Anda berjualan di marketplace, sebagian besar pembeli memang akan mengkhawatirkan harga yang Anda masukkan. Dengan kenyamanan konsumen untuk membandingkan harga di antara toko, membuat perang harga di marketplace ini tidak terhindarkan. Begitu tingginya persaingan harga antar toko di marketplace membuat Anda tidak sewenang-wenang memasang harga. Karena harga adalah salah satu hal terpenting yang tidak akan dilupakan konsumen ketika mereka membeli. Di marketplacean sendiri dengan harga yang sudah terpasang, membuat konsumen akan mencari yang termurah. Bahkan dengan selisih harga 500 rupiah mereka akan dapat pindah ke toko termurah.

Anti Branding

Anda yang mengintensifkan popularitas branding, lalu memilih marketplace sebagai tempat penjualan adalah bentuk kesalahan terbesar. Mengapa? Karena, ketika Anda memilih marketplace, nama bisnis atau produk Anda akan segera ditelan oleh merek yang lebih besar yang disebut marketplace. Jika Anda ingin bukti, coba dengarkan percakapan Warganet sekarang. Bagaimana dia menyebut Bukalapak, Shopee, Lazada atau Tokopedia sebagai tempat pembelian mereka. Jadi di mana nama toko Anda sebenarnya menjual produk yang mereka beli? Tentu saja, seperti yang dikatakan sebelumnya, nama bisnis Anda ditelan oleh nama marketplace. Jadi bagi Anda yang mencoba mempopulerkan nama atau merek bisnis, Anda harus menghindari marketplace marketplace sebagai tempat berjualan.

Pelanggan Anti Loyal

Berikutnya, jebakan batman yang bisa dialami oleh para pebisnis saat berjualan di marketplace adalah pelanggan yang anti loyal. Mungkin suatu hari ada konsumen yang membeli produk di toko Anda. Tetapi di marketplace, Anda tidak akan dapat menjamin bahwa konsumen akan kembali ke toko Anda untuk membeli lebih banyak produk. Karena, ketika konsumen akan membeli lebih banyak barang, mereka hanya dapat mencari barang terlebih dahulu melalui pencarian dan melihat toko lain yang memberikan harga lebih murah untuk dibeli. Pelanggan anti-loyal di marketplace ini juga disebabkan oleh nama toko atau bisnis Anda yang tidak populer untuk diingat. Jadi konsumen bisa memindahkan toko ketika mereka akan melakukan pembelian.

Tanpa kendali

Anda yang membuka toko di marketplace harus siap dengan segala keterbatasan yang ada. Anda tidak hanya tidak bisa mengetahui berapa banyak pengunjung ke toko Anda, tetapi di marketplace ini Anda juga tidak bisa mengetahui kedatangan pengunjung toko. Semua keterbatasan ini disebabkan oleh kontrol ketat terhadap marketplace. Data yang dapat diperoleh dari kunjungan atau pembelian pelanggan memang penting untuk bisnis. Karena dari data bisnis orang dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan strategi pemasaran terbaik. Jadi berjualan di marketplace hanya memungkinkan Anda menerima pesanan, mengirim barang, dan menunggu barang diterima oleh konsumen.

Biaya Komisi

Akhirnya, jebakan yang bisa dialami oleh pebisnis yang menjual barangnya di marketplace, yaitu komisi yang siap menunggu. Biaya komisi adalah biaya yang dibebankan oleh penerbit kepada pihak-pihak yang bekerja dengan mereka. Jadi setiap transaksi yang terjadi kemudian oleh marketplace sebagai pemilik tempat akan dikenakan biaya dengan jumlah tertentu. Dari biaya komisi, tentu membuat penjual harus berpikir ekstra tentang memberi harga untuk produk. Karena jika mereka tidak menaikkan harga, biaya produksi tidak dapat ditutup, tetapi jika mereka menaikkan harga, mereka khawatir pembeli akan pergi. Dilema ini akan dialami oleh para pebisnis jika biaya komisi telah diterapkan oleh marketplace.